Malang — Sebanyak 40 pesantren se-Kota Malang turut ambil bagian dalam Expo Pesantren 2026 yang diselenggarakan oleh PC RMI NU Kota Malang bekerja sama dengan Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (21/5/2026), di Gedung Sport Center UIN Malang.
Mengusung tema “Merajut Asa, Menebar Cinta, Meraih Cita”, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, promosi, kreativitas, sekaligus penguatan jejaring antar pesantren di Kota Malang.
Ketua RMI NU Kota Malang, Dr. H. Halimi Zuhdy, M.Pd., M.A., menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter, moralitas, dan pembangunan peradaban.
“Pesantren bukan sekadar tempat belajar ilmu agama. Pesantren adalah ruang pembentukan akhlak, kemandirian, moderasi beragama, serta tempat lahirnya kader-kader pemimpin umat dan bangsa,” ujarnya.
Menurutnya, Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah (RMI) NU hadir sebagai wadah yang menghubungkan, menguatkan, mendampingi, dan mengembangkan pesantren agar mampu menjaga tradisi keilmuan sekaligus adaptif terhadap perubahan zaman.
Ia menegaskan, di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi, serta dinamika sosial masyarakat, pesantren dituntut terus berkembang tanpa kehilangan ruh, sanad keilmuan, dan identitasnya.
“Pesantren harus mampu menjaga tradisi sekaligus menjawab tantangan masa depan; kuat dalam nilai, kuat dalam ilmu, kuat dalam manajemen, dan kuat dalam kontribusi sosial,” tegasnya.
Expo Pesantren 2026 juga menghadirkan berbagai penampilan seni dan kreativitas santri, di antaranya Al-Banjari, Sholawat Kontemporer, Penyanyi Solo, Ghina Araby, Nasyid, hingga Musik Akustik, yang menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga kaya akan ekspresi budaya dan kreativitas generasi muda.
Dr. Halimi Zuhdy menambahkan bahwa RMI NU Kota Malang berkomitmen membangun ekosistem pesantren yang lebih kuat melalui penguatan mutu pendidikan, jejaring kelembagaan, digitalisasi, serta pemberdayaan ekonomi pesantren.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, akademisi, dunia usaha, alumni, dan berbagai pihak untuk bersama-sama mendukung kemajuan pesantren.
“Pembangunan pesantren bukan hanya tugas pesantren semata, melainkan tanggung jawab bersama. Pesantren harus terus hadir sebagai solusi, inspirasi, dan bagian penting dari pembangunan bangsa,” pungkasnya.
