Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang melalui Departemen Peribadatan Majelis Santri sukses menyelenggarakan kegiatan edukasi keagamaan bertajuk Kaifiyyatul Fiqhiyyah. Mengangkat tema “Praktik Manasik Haji Kontemporer”, acara yang dilaksanakan pada Jum’at malam (26/06/2026) ini bertujuan untuk memperdalam wawasan serta pemahaman para santri mengenai fiqih ibadah haji secara kontekstual dan modern.
Untuk menghadirkan pengalaman yang khusyuk dan mendekatkan para santri pada atmosfer suci di Kota Mekkah, pihak pesantren menyulap beberapa area menjadi simulasi titik-titik krusial ibadah haji. Rangkaian praktik manasik ini memanfaatkan fasilitas pesantren secara maksimal, mulai dari Aula Lantai 2, area Serambi, hingga Masjid Nawaitul I’tikaf. Acara yang dimulai tepat pukul 20.00 WIB ini bersifat wajib bagi seluruh santri Pesantren Luhur Malang. Para Santri tampak antusias mengikuti setiap instruksi dan tahapan ibadah, seolah sedang melakukan rukun-rukun haji yang sesungguhnya di tanah suci. Tidak tanggung-tanggung, Pesantren Luhur Malang menghadirkan Dr. Kyai H. Badruddin Muhammad, M.H.I. Beliau merupakan Pengasuh Mabna Al-Ghazali Ma’had Al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan juga Dewan Kyai Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang.
Dalam pemaparan beliau, Dr. KH. Badruddin tidak hanya menjelaskan teori fiqih haji di atas kertas, melainkan juga menuntun santri dalam menghadapi tantangan dan penyesuaian ibadah haji di era kontemporer saat ini.
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Potongan hadits sahih diatas menjadi pelecut semangat yang ditekankan sepanjang kegiatan agar para santri terus termotivasi menimba ilmu, termasuk ilmu fiqih ibadah yang menjadi bekal penting dimasa depan. Melalui kegiatan manasik haji kontemporer ini, diharapkan para santri tidak hanya paham secara teori, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan tata cara yang benar secara syariat ketika kelak mendapat panggilan Allah SWT ke Baitullah.
editor : Mupi Anisah

