MALANG — Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Roadshow #22 akan hadir di Kota Malang pada Rabu, 12 Agustus 2026, bertempat di Ma’had Al Qalam MAN 2 Kota Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun ekosistem pesantren yang aman, nyaman, sehat, dan ramah bagi seluruh warga pesantren.
Roadshow #22 di Kota Malang ini merupakan kolaborasi RMI PBNU, SAKA Pesantren PBNU, RMI PCNU Kota Malang, serta melibatkan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang dan sejumlah pihak terkait. Kolaborasi lintas lembaga tersebut menjadi penting karena upaya menciptakan pesantren yang aman tidak dapat dilakukan oleh pesantren sendiri, tetapi membutuhkan sinergi antara pengasuh, santri, pengelola pesantren, organisasi keagamaan, pemerintah, serta masyarakat.
Sejumlah agenda akan mewarnai kegiatan ini, di antaranya Halaqah Pengasuh, Pelatihan Musyrif/Musyrifah, dan Pelatihan Santri. Ketiga agenda tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman sekaligus kapasitas berbagai unsur pesantren dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Gus Shampton: Pesantren Aman adalah Kebutuhan Bersama
Salah satu tokoh yang akan hadir dalam kegiatan tersebut adalah H. A. Shampton Masduqie, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang. Ia menilai gerakan Pesantrenku Aman merupakan agenda yang sangat penting di tengah perkembangan dunia pendidikan dan kehidupan pesantren yang semakin kompleks.
Menurut Gus Shampton, pesantren bukan hanya tempat berlangsungnya proses pembelajaran agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter, akhlak, dan kehidupan sosial para santri. Karena itu, aspek keamanan, kenyamanan, perlindungan, serta tumbuh kembang santri harus menjadi perhatian bersama.
“Kegiatan ini sangat penting karena pesantren adalah tempat santri belajar, tumbuh, dan membentuk karakter. Karena itu, pesantren harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan memberikan perlindungan bagi seluruh santri. Ini membutuhkan komitmen dan kolaborasi semua pihak,” demikian pesan yang akan disampaikan dalam agenda tersebut.
Kolaborasi dengan Kemenag Kota Malang sekaligus menunjukkan bahwa gerakan Pesantrenku Aman tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi diarahkan untuk membangun kesadaran dan praktik nyata di lingkungan pesantren.
RMI Kota Malang Siapkan Program SAPA SANTRI
Sementara itu, Ketua RMI PCNU Kota Malang, Dr. KH. Halimi Zuhdy, M.Pd., menyampaikan bahwa gerakan Pesantrenku Aman juga menjadi bagian dari rangkaian ikhtiar RMI PCNU Kota Malang dalam mendampingi pesantren.
Salah satu program terdekat yang akan dilakukan adalah RMI SAPA SANTRI. Melalui program tersebut, RMI PCNU Kota Malang akan hadir secara langsung ke berbagai pesantren di Kota Malang untuk menyapa, mendengar, sekaligus membangun kolaborasi dengan pesantren.
Program RMI PCNU Kota Malang terdekat adalah RMI SAPA SANTRI. Kami akan hadir di pesantren-pesantren Kota Malang. Bukan sekadar datang dan menyapa, tetapi juga membawa beberapa program yang diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi pesantren dan santri,” ujar Dr. Halimi Zuhdy.
Salah satu kegiatan yang akan menjadi bagian dari RMI SAPA SANTRI adalah Tarbiyah Jinsiah, sebuah edukasi yang diarahkan untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada santri mengenai perkembangan diri, menjaga kehormatan, batasan pergaulan, serta tanggung jawab dalam kehidupan.
Program tersebut nantinya akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Nawaning Nusantara, sehingga pendidikan dan pendampingan santri dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Tarbiyah Jinsiah akan kami kolaborasikan dengan berbagai pihak, di antaranya Nawaning Nusantara. Harapannya, pesantren tidak hanya menjadi tempat yang kuat dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu memberikan bekal kepada santri untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” lanjutnya.
Dari Pesantren untuk Pesantren
Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Roadshow #22 di Kota Malang diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai elemen yang memiliki perhatian terhadap masa depan pesantren. Selain para pengasuh, kegiatan ini juga melibatkan musyrif dan musyrifah serta santri sebagai bagian penting dari ekosistem pesantren.
Sejumlah tokoh akan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya KH Ahmad Taufiq WAS, Lc., MA., Drs. H. Samsudin, M.Pd., KH Hodri Ariev, KH Yahya Cholil Staquf, Ning Alissa Wahid, H. A. Shampton Masduqie, dan Dr. KH. Halimi Zuhdy, M.Pd.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada satu momentum roadshow. Lebih dari itu, Pesantrenku Aman diharapkan tumbuh sebagai gerakan bersama yang melahirkan budaya pesantren yang semakin aman, nyaman, berkarakter, dan memberikan ruang tumbuh yang sehat bagi santri.
Bagi RMI PCNU Kota Malang, agenda ini sekaligus menjadi bagian dari semangat untuk terus hadir, menyapa, mendengar, dan berkolaborasi dengan pesantren
